Tampilkan postingan dengan label Cinta Santri Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Santri Sejati. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 13, 2009

JADILAH SANTRI HAKIKI NAN ABADI!

Jangan engkau ragukan Nasionalisme kami,
karena SANTRI adalah selalu Siap Amankan Negara Tercinta Republik Indonesia!

SANTRI jika ditulis dengan huruf Arab terdiri dari huruf-huruf: Sin, Nun, Ta dan Ro yang harus diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari!
Sin artinya Saliimul Aqiidah, seorang santri harus benar aqidahnya, jangan ternodai dengan thogut/berhala dalam segala variasinya!
Nun artinya Nuurul Ummah, seorang santri harus menjadi cahaya kebenaran untuk diri, keluarga, negara dan umat manusia. Menyalakan sebuah lilin untuk menerangi kegelapan, jauh lebih bijak dan tepatguna daripada hanya melulu mengutuk kegelapan tersebut!
Ta artinya Tarkul Ma'shiyat, seorang santri harus mau dan mampu berjihad meninggalkan ma'siat mata, telinga, lisan, tangan, kaki, fikiran dan hati. Ingat, cahaya Allah hanya layak untuk orang-orang yang bersih hatinya!
Ra artinya Raajin biliqaaillah, dengan aqidah yang benar, selalu berupaya menerangi kehidupan dengan cahaya Ilahi, dan berupaya semaksimal mungkin meninggalkan ma'siat, barulah kita layak untuk Berharap berjumpa dengan Allah, Sang Kekasih Sejati, amin.

INDONESIA TANPA SANTRI BAGAIKAN LANGIT TANPA SANG SURYA!

Selasa, Februari 03, 2009

RENUNGAN SANTRI

بسم الله الرحمن الرحيم

إلهى أنت مقصودى ,ورضاك مطلوبى, أعطنى محبّتك ومعرفتك. رضيت بالله ربّا وبالإسلا م دينا وبمحّمد نبيّا ورسولا وبالقرأن إماما
وبالمؤمنين والمؤمنات إخوانا

SANTRI
: Suatu ikatan, Andalan umat beriman, Namanya kebanggaan, Tidurnya full Sunnah Rosul panutan,
R
amai-ramai di kala makan, Ilmunya diamalkan.

Hidup di dunia ini sekejap tapi berkonsekuensi, jangan karena mencari kenikmatan sesaat, kita menderita berkepanjangan, hidup bukan untuk hidup, tetapi untuk yang ‘Maha Hidup’. Hidup bukan untuk mati, tetapi justru mati itulah permulaan hidup sejati.

Pribadi Santri Sejati : Allah tujuannya, Rosulullah teladannya, Syari’at Allah pedomannya, dunia Surga baginya sebelum Surga, bumi masjid baginya, kamar, kelas, rumah, kantor, hotel; mushola baginya, meja kursi, lantai kamar, tempat ia berpinjak hamparan sajadah baginya, pesantren ‘penjara suci’ baginya, Kiay, ustadz, ustadzah laksana orang tuanya, kakak kelas menjadi kakaknya, teman sekelas menjadi kawannya, adik kelas menjadi adiknya, Sabar dan Sholat sebagai penolongnya, ilmu cahaya hatinya, bicaranya da’wah, diamnya dzikir, nafasnya tasbih, matanya rahmat, telinganya terjaga, fikirannya baik sangka, tidak pesimis, sinis, apalagi memvonis, hatinya diam-diam berdo’a, ayunan tangannya sedekah terhindar dari barang haram, langkah kakinya jihad fi sabilillah tidak bermalas-malasan, kekuatannya silaturrahim, kerinduannya tegakknya Syari’at Allah, karena Haq tujuannya Sabar strateginya, cita-citanya Syahid, kesibukannya memperbaiki diri, tidak tertarik dengan kekurangan apalagi aib orang lain. Subhanallah !!!

Ikrar Santri Abadi : Syahadatain terpatri dalam hati, sholat lima waktu tak terlewati, puasa menjadi perisai diri, zakat pembersih diri, berhaji azam hakiki, selalu mengaji setiap hari, tholabul ilmi sangat diminati, yang diharapkan hanya ridho ilahi, agar dapat Syurga yang kekal abadi, ma’ahdii jannatii, Alhamdulillah !!!

Akhi dan ukhti, tanamkanlah niat kuat serta azam menghujam untuk meningkatkan iman, ilmu dan amal kita. Niat baik seorang mu’min terkadang lebih baik daripada amalnya. Biarkanlah hari-hari kemarin berlalu sebagai kenangan, mari hadapi hari ini dengan semangat perjuangan, untuk menapaki masa depan yang penuh harapan, Insya Allah !!!.
Selasa, 24 April 2007, 16th room, 20.53 wib.